Festival unik ini bikin publik terdiam sumpah anti korupsi digaungkan lantang, suasananya penuh makna dan bikin merinding!
Siapa sangka sebuah festival bisa berubah jadi momen penuh haru dan refleksi? Di tengah riuhnya acara, para peserta justru diajak mengucap sumpah melawan korupsi secara terbuka. Suasana yang awalnya meriah mendadak hening, digantikan rasa khidmat dan kesadaran bersama. Apa yang sebenarnya terjadi di balik festival ini? Simak cerita lengkapnya di Jelajah Budaya Lokal.
Semarak Festival Minh 2026 Di Hoa Lieu
Festival Musim Semi Minh 2026 berlangsung meriah pada 2–3 Maret, bertepatan hari ke-14 bulan pertama kalender lunar Tahun Kuda. Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan suci tersebut sejak pagi. Lokasinya berada di komune Kien Thuy kota Hai Phong, yang dikenal kaya tradisi spiritual. Suasana desa berubah menjadi pusat pertemuan budaya yang sarat makna.
Beragam dekorasi tradisional menghiasi area kuil dan pagoda. Aroma dupa yang mengepul menambah nuansa sakral di setiap sudut. Masyarakat datang bukan sekadar menyaksikan pertunjukan. Mereka hadir untuk merawat nilai luhur yang diwariskan lintas generasi.
Pesan Moral Dan Spiritualitas Yang Digaungkan
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komite Rakyat Komune Kien Thuy Vu Van Huong, menegaskan arti penting festival ini. Ia menyebutnya bukan hanya perayaan budaya, melainkan pengingat integritas. Festival Minh dinilai sebagai simbol kejujuran dan keadilan. Nilai-nilai tersebut dianggap sebagai fondasi kekuatan moral bangsa.
Momentum ini menjadi ruang refleksi bersama tentang tanggung jawab sosial. Pesan anti korupsi digaungkan melalui tradisi yang telah berusia ratusan tahun. Semangat kolektif itu terasa kuat saat seluruh peserta menyimak pidato pembukaan. Keheningan yang tercipta mencerminkan penghormatan pada pesan moral yang disampaikan.
Baca Juga: Terungkap! Sejarah Tulungagung Dari Manusia Purba Hingga Kota Marmer Yang Menakjubkan
Ritual Sumpah Yang Sarat Makna
Festival Minh The memiliki sejarah hampir lima abad dan digelar setiap 13–15 Januari lunar. Sejak 2017, tradisi ini diakui sebagai warisan budaya tak benda nasional Vietnam. Daya tarik utamanya terletak pada ritual pengambilan sumpah integritas. Upacara tersebut dipercaya unik dan tidak ditemukan di tempat lain.
Prosesi dimulai ketika kepala pendeta menggambar lingkaran besar dengan pisau di Mimbar Sumpah. Gerakan itu melambangkan hubungan antara langit dan bumi. Pejabat desa serta tetua kemudian mempersembahkan dupa. Seorang perwakilan terpelajar membacakan proklamasi sumpah dengan lantang.
Ikrar Anti Korupsi Di Hadapan Dewa
Isi sumpah menegaskan komitmen penggunaan dana publik untuk kepentingan umum. Pelanggaran atas amanah tersebut diyakini akan mendapat hukuman ilahi. Kalimat yang diucapkan tegas dan tanpa kompromi. Setiap peserta diajak menyadari konsekuensi moral dari tindakan koruptif.
Ritual dilanjutkan dengan penyembelihan ayam jantan sebagai simbol pengorbanan. Darahnya dicampur dalam botol anggur yang kemudian dibagikan. Para hadirin meminum anggur tersebut sebagai tanda kesungguhan ikrar. Momen itu menjadi puncak sakral yang menyatukan tekad bersama.
Pelestarian Tradisi Dan Partisipasi Masyarakat
Tahun ini, penyelenggaraan berlangsung tertib dan aman. Panitia memastikan setiap tahapan ritual tetap mengikuti tata cara asli. Selain prosesi keagamaan, festival juga diramaikan permainan rakyat tradisional. Kegiatan tersebut menambah daya tarik bagi generasi muda dan wisatawan.
Partisipasi masyarakat lokal terlihat dalam setiap detail persiapan. Gotong royong menjadi kunci keberhasilan acara tiga hari ini. Festival Minh bukan hanya agenda tahunan, tetapi simbol keberlanjutan nilai. Ia menjadi pengingat bahwa integritas harus dijaga bersama, dari desa hingga negara.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com