Jalanan heboh saat sahur! Mahasiswa UB dan UM pentaskan Reog, bikin netizen heboh dan video viral di sosial media.
Reog mahasiswa UB dan UM mencuri perhatian saat sahur on the road. Penampilan energik mereka membuat jalanan ramai dan netizen langsung membagikan video viral. Atraksi Budaya Lokal budaya ini menjadi bukti kreativitas generasi muda dalam memadukan tradisi dan hiburan modern.
Mengenal Kegiatan Sahur On The Road Mahasiswa
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) memadukan seni tradisional dalam kegiatan sahur on the road “Reog Ramadan on The Road” di depan gerbang Veteran kampus UB, Sabtu dini hari. Pertunjukan seni ini menjadi bagian dari tradisi Ramadan yang berbeda dari patroli sahur biasa.
Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 01.00 WIB dengan melibatkan kelompok Reog dari kedua kampus. Aksi ini menarik perhatian mahasiswa dan warga sekitar karena digelar di lokasi publik saat waktu sahur. Komunitas seni dan mahasiswa ikut membaur untuk memeriahkan suasana Ramadan lewat pertunjukan yang bernuansa budaya. Aksi ini bukan sekadar hiburan tetapi juga ajang silaturahmi.
Reog Ponorogo yang ditampilkan dikenal sebagai seni tradisional khas Jawa Timur, membuat kegiatan sahur on the road ini memiliki nilai budaya tinggi sekaligus menjadi tontonan yang menarik.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Tujuan Dan Nilai Budaya Reog
Kegiatan bertajuk “Reog Ramadan on The Road” digelar untuk mempererat hubungan antar mahasiswa dari dua universitas. Salah satu peserta dari UM, Rian (20), menjelaskan bahwa acara ini sudah dilakukan sejak Ramadan tahun sebelumnya sebagai bentuk kebersamaan. Rian berharap kegiatan ini menjadi contoh positif bagi pemuda di Kota Malang, terutama dalam mengisi malam Ramadan dengan aktivitas yang bermanfaat.
Pertunjukan tradisional di jalanan juga menjadi sarana untuk melestarikan seni budaya di kalangan generasi muda yang semakin akrab dengan budaya populer. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap Ramadan diisi dengan kegiatan bermakna dan mendukung pelestarian tradisi lokal.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tarian! Tari Kecak Bali Simpan Ritual Dan Kisah Legendaris
Partisipasi Komunitas Seni Lokal
Selain mahasiswa UB dan UM, sejumlah komunitas seni di Malang turut serta dalam pertunjukan Reog saat sahur on the road. Komunitas seperti Sanggar Maruto dan Sanggar Sardulo Djojo ikut berkolaborasi dalam penampilan seni tersebut. Teguh dari Sanggar Maruto mengatakan bahwa dirinya bergabung karena melihat kebetulan kegiatan serupa tahun lalu, yang kemudian menjadi ajang berkumpul komunitas seni.
Partisipasi komunitas lokal menambah kekayaan visual dan budaya dalam acara sahur on the road, sekaligus menunjukkan dukungan aktif terhadap kegiatan mahasiswa yang positif. Kolaborasi antara mahasiswa dan komunitas seni memperkuat rasa kebersamaan dan memperluas jangkauan kegiatan budaya kreatif di masyarakat.
Antusias Warga Dan Penonton
Pertunjukan yang digelar di pinggir jalan menarik perhatian warga sekitar, baik anak muda maupun orang dewasa. Mereka berkumpul menyaksikan atraksi seni Reog yang jarang tampil di kegiatan sahur on the road. Kehadiran warga menunjukkan dukungan bagi kegiatan budaya yang dilakukan mahasiswa, sekaligus menambah suasana meriah di tengah kesunyian dini hari Ramadan.
Banyak warga yang merekam momen dan membagikannya ke media sosial, sehingga video pertunjukan menjadi viral di kalangan netizen. Reog dalam konteks sahur on the road ini bukan hanya hiburan tetapi juga ajang sosial yang memperkuat ikatan antarwarga, mahasiswa, dan komunitas sekitar.
Dampak Dan Harapan Ke Depan
Kegiatan ini diharapkan menginspirasi kelompok pemuda lain untuk mengisi Ramadan dengan aktivitas yang bermanfaat dan berdampak positif. Mahasiswa berharap sahur on the road dengan pertunjukan budaya bisa terus berlanjut sebagai tradisi tahunan yang dinantikan.
Penyelenggara berharap acara ini menjadi ajang kolaborasi seni lebih besar dan melibatkan lebih banyak komunitas budaya ke depannya. Warga dan peserta berharap acara ini dapat memperkaya kebudayaan lokal dan mempererat hubungan antar komunitas, kampus, dan masyarakat umum.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com