Taman Mayura diusulkan jadi cagar budaya nasional, Komisi X DPR dorong registrasi untuk lindungi warisan sejarah Bali.
Taman Mayura, ikon sejarah di Bali, kini mendapat perhatian serius. Komisi X DPR mendorong langkah strategis agar situs ini teregistrasi sebagai cagar budaya nasional, memastikan pelestarian dan perlindungan warisan sejarah untuk generasi mendatang.
Simak di Jelajah Budaya Lokal langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya mempertahankan nilai budaya dan identitas lokal.
Komisi X DPR Dorong Pelestarian Taman Mayura
Komisi X DPR RI menekankan pentingnya Taman Mayura, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai situs budaya yang harus mendapat perhatian serius pemerintah. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, menegaskan bahwa taman ini belum terintegrasi secara nasional, sehingga perlindungan dan pemanfaatannya masih terbatas.
Taman Mayura, yang terletak di Jalan Purbasari, Mayura, Cakranegara, memiliki nilai historis yang tinggi dan menjadi saksi perjalanan kota Mataram. Komisi X DPR RI mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk menggaungkan pentingnya pelestarian taman ini.
Langkah ini dianggap krusial agar Taman Mayura tidak hanya menjadi ikon lokal, tetapi juga mendapat status resmi sebagai cagar budaya nasional. Status ini akan mempermudah alokasi anggaran untuk pemeliharaan dan pengembangan situs.
Pentingnya Registrasi Nasional
Menurut Lalu Hadrian, saat ini Taman Mayura belum teregistrasi secara nasional. Padahal, registrasi nasional penting untuk menjamin perlindungan hukum terhadap situs bersejarah tersebut. Jika teregistrasi, taman ini akan memiliki nomenklatur resmi di tingkat pemerintah pusat.
Sebagai perbandingan, Taman Narmada di Lombok Barat telah teregistrasi, sehingga pengajuan anggaran dan program pelestarian dapat lebih mudah dilakukan. Hal ini menunjukkan urgensi bagi Pemkot Mataram untuk segera menindaklanjuti proses registrasi Taman Mayura.
Registrasi juga akan membuka peluang bagi taman ini untuk mendapat bantuan konservasi dan program edukasi sejarah. Dengan demikian, generasi muda dapat mengenal nilai budaya dan sejarah lokal secara lebih intens.
Baca Juga: Keindahan dan Makna Tari Barong: Warisan Budaya yang Hidup
Pertemuan Dengan Budayawan Dan Pemda
Dalam kunjungan Komisi X DPR RI ke Taman Mayura pada Rabu (11/2/2026) sore, Lalu Hadrian bertemu dengan jajaran budayawan dan pihak pemerintah daerah. Pertemuan ini membahas strategi agar Taman Mayura segera diakui sebagai cagar budaya nasional.
Budayawan menekankan bahwa Taman Mayura memiliki nilai sakral dan menjadi bagian penting dari identitas kota Mataram. Mereka menyarankan agar pemerintah kota melengkapi dokumen sejarah dan arsitektur taman sebelum diajukan ke Kementerian Kebudayaan.
Pemda juga berkomitmen untuk mendukung upaya registrasi dengan menyiapkan data dan dokumen pendukung. Komisi X DPR menilai koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pakar budaya sangat penting untuk kelancaran proses.
Proses Verifikasi Di Kementerian Kebudayaan
Setelah kunjungan, Lalu Hadrian menyatakan bahwa langkah berikutnya adalah memeriksa status Taman Mayura di Kementerian Kebudayaan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan taman teregistrasi sebagai cagar budaya dan situs sejarah.
Jika verifikasi berhasil, taman akan mendapat pengakuan resmi dari pemerintah pusat. Pengakuan ini menjadi dasar hukum bagi Pemkot Mataram untuk mengajukan anggaran pemeliharaan dan pengembangan taman.
Selain itu, registrasi nasional akan memungkinkan Taman Mayura mendapat perhatian lebih dalam promosi pariwisata budaya. Status resmi ini juga memperkuat posisi taman dalam pelestarian sejarah dan identitas lokal.
Manfaat Registrasi Bagi Pemkot Mataram
Lalu Hadrian menekankan bahwa registrasi Taman Mayura akan mempermudah pengajuan anggaran dan nomenklatur pemerintah. Dengan status resmi, pemkot bisa lebih efektif merencanakan konservasi, renovasi, dan program edukasi sejarah.
Selain itu, pengakuan nasional dapat mendorong peningkatan jumlah wisatawan lokal dan mancanegara yang tertarik dengan sejarah dan budaya NTB. Hal ini sekaligus mendukung perekonomian masyarakat sekitar.
Langkah ini menunjukkan sinergi antara legislatif, eksekutif, dan pakar budaya untuk menjaga warisan sejarah. Komisi X DPR berharap Taman Mayura menjadi contoh pengelolaan cagar budaya yang berhasil di Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com